Rabu (18/9/2019) ISI Yogyakarta menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Penganugerahan Empu Ageng Bidang Fotografi Jurnalistik kepada Oscar Motuloh. Acara penganugerahan berlangsung di Gedung Concert Hall ISI Yogyakarta dengan dipimpin langsung Rektor yang juga Ketua Senat ISI Yogyakarta, Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum. Adapun promotor penganugerahan gelar tersebut adalah Prof. Drs  Soeprapto Soedjono, M.F.A., Ph.D., dengan kopromotor Dr. Edial Rusli, S.E., M.Sn.

Dalam pidato sambutannya, Rektor ISI Yogyakarta menyampaikan bahwa peristiwa ini sangat penting dan bersejarah untuk ISI Yogayakarta maupun untuk dunia fotografi jurnalistik Indonesia, karena penganugrahan Empu Ageng ini, merupakan gelar pencapaian maestro pada kompetensi bidang seni yang tertinggi dan prestisius dalam tradisi dunia pendidikan tinggi di ISI Yogyakarta. “ISI Yogyakarta merupakan pelopor dalam pemberian penghargaan Empu Ageng pada pencapaian seni yang tertinggi, sebagaimana yang telah pernah dianugrahkan kepada Empu Ageng Cokrowasito tahun 2004, Empu Ageng Edhi Sunarso tahun 2010, Empu Ageng Ki Timbul Hadi Prayitno tahun 2011, dan juga Empu Ageng Abbas Alibasyah tahun 2012”, jelas beliau.

Anugrah Empu Ageng pada Oscar Motuloh ini telah melalui pertimbangan pada pencapaian karya-karyanya yang luar biasa, demikian juga jasanya dalam pengembangan ilmu dan dunia fotografi jurnalistik Indonesia, serta berbagai penemuan dan inovasi dalam kreativitasnya yang mempunyai pengaruh luas dalam kehidupan sosial dan kebudayaan. Semua itu telah mendapatkan pertimbangan yang ketat dan dalam proses yang panjang, dari sivitas akademika dan Program Studi Fotografi Fakultas Seni Media Rekam, berbagai stake holder dunia fotografi jurnalistik Indonesia, Senat Fakultas Seni Media Rekam, dan Senat Institut Seni Indonesia Yogyakarta, serta pemberitahuan dan laporan kepada Menteri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Berdasarkan Statuta ISI Yogyakarta Pasal 24 ayat (1) disebutkan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dapat memberikan gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dan gelar Empu Ageng bagi seseorang yang memiliki dan telah berjasa luar biasa dalam bidang seni dan kebudayaan. Empu Ageng merupakan gelar kehormatan yang setara dengan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC). Perbedaannya adalah gelar Doktor Honoris Causa diberikan oleh ISI Yogyakarta kepada seseorang yang memenuhi pertimbangan keilmuan, kontribusinya terhadap dunia pendidikan, kemanusian, seni dan budaya. Sedangkan Empu Ageng merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang atas pertimbangan proses dan jejak berkarya serta kontribusinya terhadap pendidikan, kemanusian, seni dan budaya yang luar biasa.

Kopromotor Edial Rusli mengatakan pemberian gelar kehormatan kepada fotografer kelahiran Surabaya, 17 Agustus 1956, ini merupakan yang pertama dari pemberian anugerah kehormatan di bidang fotografi. Oscar Motuloh menginisiasi Biro Foto Antara menjadi divisi mandiri. Selain itu, dia juga membidani lahirnya Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) sekaligus kurator di lembaga tersebut. Perjalanan karier professional Oscar Matuloh sebagai fotografer sejak era 1990-an berhasil mencatatkan berbagai prestasi. Bahkan Oscar beberapa kali mengadakan pameran tunggal. Satu di antara pameran tunggalnya yang menonjol adalah Soulscape Road atau Lintasan Saujana Jiwa yang pernah dipamerkan hingga ke Tropen Museum Amsterdam Belanda  pada 2011. Selain sebagai fotografer, Oscar juga aktif sebagai pembicara, editor, dan kurator fotografi. Dia juga aktif di berbagai medan pengabdian mulai dari dimensi sejarah maupun kemanusiaan. Darma baktinya di bidang pengembangan pendidikan fotografi jurnalistik sudah selayaknya memperoleh penghargaan.

Secara keseluruhan, penganugerahan gelar kali ini merupakan yang ke-8 kalinya bagi ISI Yogyakarta. Pertama kali gelar kehormatan Empu Ageng diberikan kepada Cokrowarsito untuk bidang Seni Pertunjukan/Seni Karawitan pada 21 Juli 2004. Berikutnya, gelar kehormatan Empu Ageng diberikan kepada Edhi Sunarso, bidang Seni Rupa/Seni Patung pada 14 Januari 2010, Ki Cermo Manggolo (Timbul Hadi Prayitno) menerima gelar kehormatan Empu Ageng bidang Seni Pertunjukan/Seni Pedalangan pada 28 Mei 2011. Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwana X menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang Kesenian dan Kebudayaan pada 27 Desember 2011. Disusul kemudian Abas Alibasyah menerima gelar kehormatan Empu Ageng bidang Seni Rupa/Seni Lukis pada 28 Mei 2012, serta Nyoman Gunarsa mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang Seni Rupa/Seni Lukis pada 14 Juli 2012. Terakhir kali, I Gusti Ngurah Putu Wijaya SH menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang Seni Pertunjukan/Seni Teater pada 21 Februari 2018.

Setelah acara penganugerahan selesai nantinya kan dilanjutkan dengan Pameran Tunggal Empu Ageng “Mata Waktu” Oscar Motuloh di Galeri RJ Katamsi Lantai 2 – 3. Pameran akan berlangsung dari tanggal 18 s.d 28 September 2019.

(dok. Humas)

.

.

.

.