Hari ini, Jumat, 30 Mei 2014, Institut Seni Indonesia Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-30. Menapaki usia yang tidak lagi muda ini, kami mengangkat tema “Refleksi dan Proyeksi” sebagai dasar melangkah pada tahun- tahun mendatang. Kami percaya bahwa setiap momentum ulang tahun, salah satu aktivitas terbaik adalah bersikap reflektif. Untuk itulah saya ingin memaparkan sejumlah aspek sebagai bagian dari “refleksi”, yakni upaya merenungkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang selama ini dihadapi, kemudian menganalisis untuk menentukan langkah berikutnya yang lebih taktis dan strategis. Selanjutnya pada bagian lain, bertolak dari analisis tersebut, saya ingin mengemukakan “proyeksi”, terkait dengan peta, tujuan, dan hasilnya di masa depan

(cuplikan Pidato Rektor ISI Yogyakarta pada acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-30 ISI Yogyakarta)

Pada acara Dies Natalis ke-30 ini banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain:

1. Kegiatan lomba

2. Ziarah ke makam tokoh pendahulu ISI Yogyakarta

3. Senam dan Jalan Sehat

4. Jathilan Festival oleh kelompok Ambyar Binangun

5. Pameran Seni Rupa dan Fashion Show

6. Sarasehan dan Tirakatan

7. Pagelaran Wayang Kulit

8. Seremoni Dies  XXX ISI Yogyakarta