Membaca Fotografi Potret

Sesuai dengan judulnya, buku ini merupakan sebentuk usaha untuk memberikan gambaran bagaimana melakukan pembacaan karya fotografi, khususnya fotografi potret. Maksud pembacaan dalam buku ini ialah upaya untuk memahami interaksi antara fotografer, aspek-aspek teknis, identitas, serta aspek sosial budaya yang melingkupi proses penciptaaan foto potret, sehingga menjadikannya bermakna. Asumsi yang dikembangkan disini ialah bahwa aspek-aspek tersebut saling berkaitan sehingga memengaruhi wujud akhir sebuah karya.

Kassian Cephas dan Indra Leonardi, dipilih sebagai dua orang tokoh fotografi yang karyanya dikaji dalam buku ini karena memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Hal itu dimaksudkan agar para pembaca mendapatkan deskripsi-deskripsi yang kaya informasi sambil membuka peluang bagi pembaca untuk melakukan komparasi secara mandiri.
Dari sisi akademis, buku ini juga ditujukan kepada para mahasiswa fotografi di mata kuliah Tinjauan Seni dan mahasiswa seni budaya pada umumnya, sehingga pemilihan dua tokoh tersebut dapat memperbesar harapan dicapainya sasaran kompetensi yang akan diraih.

Pembacaan dan penggalian berbagai hal yang terdapat dalam “rimba” fotografi Indonesia seyogianya terus dilakukan. Ini terasa sangat diperlukan karena roda waktu terus berputar, perkembangan terus terjadi, dan perubahan pun tak terelakkan. Waktu datang membawa yang baru dan meninggalkan yang usang. Kitalah yang berkewajiban mengabadikan jejak-jejak yang membekas dalam putaran waktu. Perkembangan fotografi di Indonesia dengan kekayaan dan kekhasan warnanya, tampaknya perlu terus digali kembali, dicatat, dan direkam agar menjadi abadi.

Share Button