Andre Indrawan - Christine Mauco
Ketua Jurusan Musik, FSP ISI Yogyakarta menerima kunjungan Professor Christine Mauco dari Universitas Poiters, Perancis.

Jum’at, siang, 22 April 2013, Ketua Jurusan Musik menerima kunjungan singkat dari Christine Mauco, profesor musikologi dari Conservatoire de Poitiers, the University of Poitiers, Perancis. Permohonan kunjungan yang dimediasi oleh Lembaga Indonesia-Perancis (LIP) tersebut sebelumnya telah diberitahukan terlebih dahulu, baik melalui telepon maupupun secara resmi dengan surat. Dengan didampingi seorang stf LIP, Mauco diterima langsung oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan Musik di ruang sidang Jurusan.

Pertemuan diawali dengan perkenalan singkat dari Ketua Jurusan yang memberikan gambaran umum tentang ISI Yogyakarta, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Jurusan Musik. Selanjutnya Prof. Mauco memperkenalkan sistem pendidikan di universitasnya yang kemudian secara rinci pendidikan musik di Poitiers. Pengajaran musik di Poitiers diselenggarakan dalam tiga institusi yaitu konservatori, CESMD, dan universitas. Konservatori memberikan basis pendidikan musik dan tari bagi anak-anak usia enam dan tujuh tahun dengan durasi 1 jam 45 menit per minggu. Pendidikan dasar ini kemudian dilanjutkan pada dua tingkat periode empat tahunan pelatihan dasar lanjutan untuk studi instrumen, paduan suara, ensambel, pertunjukan, teori musik, dsb. Diakhir periode kedua capaian pembelajaran dievaluasi dan bagi mereka yang lulus dan tertarik maka dapat melanjutkan ke pendidikan lanjutan dari dua hingga empat tahun pengenalan professional untuk memperoleh DNOP atau Diploma Nasional untuk Orientasi Profesional. Lulusan DNOP kemudian dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi untuk meraih kompetensi professional secara penuh.

Ada tiga jalur akses bagi para lulusan DNOP untuk melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi khususnya di Universitas Poiters. Pertama ialah akses langsung ke studi sarjana dalam bidang musikologi di Fakuktas Humaniora dan Seni, dan kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu magister dan doktoral dalam bidang musikologi. Kedua ialah akses selektif untuk mengikuti studi pada program  CESMD atau lembaga Pusat Pendidikan Tinggi Musik dan Tari, yaitu suatu institusi pendidikan seni pertunjukan yang bekerja sama dengan Jurusan Musikologi. Program ini menawarkan ijazah gelar ganda atau double deree pada lulusannya, yaitu Sarjana Musikologi dan Diploma Tinggi Nasional untuk Musisi Profesional. Namun demikian pendidikan CESMD tidak menyediakan studi bagi semua instrumen melainkan jenis-jenis instrumen tertentu saja, yaitu gesek, saxophone, piano, dan instrumen-instrumen kuno atau historis (rekorder, transverso, organ, cembalo. Luth. Theorb, viola da gamba, violin,  viloncello, and gaya menyanyi kuno).

Prof. Mauco mengakhiri presentasinya dengan tawaran bahwa konservatori Poitiers dan juga CSMD terbuka bagi calon mahasiswa asing, untuk program-program pendek enam semester, pertukaran mahasiswa untuk transfer sks, dan mahasiswa tamu. Ia juga menawarkan kerja sama dengan Jurusan Musik untuk mendatangkan musisi-musisi Poitiers baik untuk memberikan konser maupun master klas melalui mediasi LIP.

Usai pertemuan Mauco diantar oleh seorang mahasiswa piano untuk melakukan tur singkat di seputar gedung Jurusan Musik dan juga Gedung Kuliah Umum untuk mengeksplorasi dan mendapatkan gambaran singkat tentang proses pembelajaran music kita.

Dikirim oleh
Andre Indrawan