Dua Tim Dari Prodi Sarjana Terapan Animasi Raih Pendanaan Matching Fund 2024

Dua tim dari Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Animasi, Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta berhasil memperoleh pendanaan dari Program Matching Fund 2024. Tim pertama yang memperoleh pendanaan diketuai oleh Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom., M.T. dan Rahmat Aditya Warman, S.Pd.,M.Eng., Rita Kemalasari, S.Pd., M.Sn, dan Wahid Nurcahyono, M.Sn. selaku anggota. Untuk tim kedua, ketuai oleh Rahmat Aditya Warman, S.Pd.,M.Eng. dengan anggota Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom.,M.T., Rita Kemalasari, S.Pd., M.Sn dan Wahid Nurcahyono, M.Sn. Kedua Tim  melibatkan pakar dari dunia industri dalam penelitian ini, tim pertama berkolaborasi dengan Al Fitri Muhammad Zacky selaku CEO Kampoong Monster Studio dan Tim Kedua berkolaborasi dengan Radityo Krishartanto selaku Ketua Umum Yayasan Kapuk Salamba Arga.

Program Matching Fund merupakan program pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi mitra DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri). Program ini mendorong kolaborasi sivitas akademika pendidikan tinggi dengan dunia usaha atau industry.

Pada Program Matching Fund 2024, Tim pertama mengajukan penelitian berjudul  Integrasi Kecerdasan Buatan dan Game Engine Rendering untuk Efektivitas Pipeline Produksi Animasi 3D “Mantra Pawitra”. Penelitian ini mencoba mengusulkan sebuah model terintegrasi kecerdasan buatan dan teknologi game engine rendering dengan mengangkat cerita komik milik PT Kampoong Monster Studio berjudul “Mantra Pawitra”.

Tim Kedua mengajukan penelitian dengan judul Adaptasi Kisah Samudramanthana Dalam Film Animasi Berkearifan Lokal Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengalih wahana naskah-naskah cerita rakyat yang sarat akan nilai-nilai edukasi ke dalam film animasi. Dengan upaya ini diharapkan semakin anak-anak atau masyarakat memperoleh nilai-nilai edukasi yang ada di dalam cerita rakyat dan memotivasi generasi muda mencintai cerita rakyat.

Menariknya kedua tim peneliti tidak hanya berkolaborasi dengan tokoh dari dunia industri, tetapi juga dengan dosen dari luar Prodi Animasi, yaitu Prodi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Dosen dari Prodi Teater tersebut bernama Wahid Nurcahyono, M.Sn. Semoga penelitian ini mampu diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga hasilnya dapat didesiminasikan kepada masyarakat.

Tim Prodi Sarjana Terapan Animasi yang memperoleh pendanaan Program Matching Fund 2024