Wayang Orang ISI Yogyakarta Hipnotis FKI

[custom_frame_left shadow=”on”][/custom_frame_left]

Solo – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menampilkan wayang orang dengan lakon terbarunya dalam Festival Kesenian Indonesia (FKI) VII, Sabtu (15/10) malam. Lakon “Karma di Ladang Kurusetra” berhasil menghipnotis ratusan penonton yang memadati Teater Besar ISI Surakarta, Kentingan, Jebres, Solo.

Perang antara Pandawa dan Kurawa menjadi bumbu peperangan yang melatarbelakangi cerita tersebut. Namun, sebuah pesan mendalam disisipkan oleh sang sutradara, Rano Sumarno, di mana derajat perempuan hendaknya diperlakukan dengan layak dan sangat dilarang untuk merendahkannya.

Pelajaran yang sangat bermakna tersebut disampaikan secara apik oleh mahasiswa-mahasiswi ISI Yogyakarta. Permainan tabuhan gamelan dengan music Jawa dan Bali menjadi pengiring ketegangan sepanjang pertunjukan.

Dewi Drupadi, ,anak dari Prabu Drupada, yang ketika itu mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari Dursasana (salah satu dari anggota Kurawa), akhirnya berhasil terbalaskan dendamnya oleh Bima (salah satu dari anggota Pandawa).

Dengan meninggalnya Dursasana, sumpah Drupadi yang menyatakan tidak akan menyanggul rambutnya sebelum dibilas dengan darah Dursasana, serta Bima yang bersumpah akan meminum darah Dursasana, akhirnya terkabulkan sudah.

Cerita yang diambil dari 18 hari perang Bharatayuda tersebut ditampilkan secara apik dan kompak oleh mahasiswa-mahasiswi S1 ISI Yogyakarta tersebut. Pendalaman karakter yang diperagakan tampak tidak setengah-setengah walaupun persiapan mereka hanya memakan waktu 2 bulan.

Permainan ciamik ISI asal Kota Gudeg membuat para penonton yang menyaksikan hanya menganga dan berdecak kagum sebelum applause yang sangat meriah menutup aksi mereka.

Oleh : Aji Budi Saputro

Sumber : http://timlo.net/baca/14741/wayang-orang-isi-yogyakarta-hipnotis-fki



1 Komentar

Comments are closed.