Kuliah Umum Fotografi bersama Menpora RI

Sewon Jumat, 7 Maret 2014 pukul 14.00 hingga 17.00 WIB sebuah kegiatan istimewa terselenggara di Auvi Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Menpora RI, KRMT. Roy Suryo Notodiprojo hadir di tengah-tengah civitas akademika Fotografi FSMR, ISI Yogyakarta. Bapak Drs. Risman Marah, M.Sn menghadirkan tamu istimewa ini hanya melalui komunikasi pesan singkat untuk dapat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Menpora dan civitas akademika FSMR untuk bernostalgia dan kangen-kangenan. Kehadiran Menpora di FSMR disambut hangat oleh Dekan FSMR, Drs. Alexandri Luthfi R., MS., jajaran Pembantu Dekan FSMR, Ketua Jurusan Fotografi, Mahendradewa Suminto, M.Sn. Rektor ISI Yogyakarta yang kebetulan sedang melaksanakan tugas di Jakarta diwakili oleh Pembantu Rektor III ISI Yogyakarta, Drs. Syafrudin, M.Hum, serta Drs. Risman Marah, M.Sn sendiri selaku mediator acara ini.

Sebagai diketahui bersama Menpora KRMT. Roy Suryo, dahulu pernah menjadi salah satu staf pengajar di Jurusan Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta. Beliau merupakan salah seorang staf pengajar awal di Jurusan Fotografi setelah berdirinya Fakultas Seni Media Rekam pada tahun 1994. Beliau turut berperan besar dalam membidani Fakultas Seni Media Rekam pada umumnya dan Jurusan Fotografi pada khususnya. Pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Fotografi periode 1994 – 1999. Seiring berjalannya waktu beliau sudah tidak lagi terlibat dalam proses belajar mengajar di Jurusan Fotografi, hingga kini Fakultas Seni Media Rekam telah berusia 20 tahun.

Selain bernostalgia kegiatan tersebut juga untuk ajang diskusi tentang perkembangan fotografi dari masa ke masa. Dengan adanya diskusi tersebut harapannya adalah terbukanya wawasan dan juga menambah motivasi bagi mahasiswa untuk selalu kreatif, maju dan berkembang serta berani berkiprah di skala nasional dan internasonal. Dalam Kuliah Umum tersebut Menpora berpesan kepada mahasiswa FSMR sebagai pemuda yang kreatif, selalu berani tampil beda dalam berkarya, dapat memanfaatkan kemajuan teknologi namu tidak terlalu bergantung kepada teknologi. Teknologi boleh sama tetapi yang menjadi pembeda adalah tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Share Button